Tips Menangani Muntah dan Diare pada Anak/Bayi

Tips Menangani Muntah dan Diare pada Anak/Bayi

Muntah dan diare merupakan reaksi tubuh dalam menetralisir racun yang masuk ke dalam saluran cerna. Muntah dan diare juga menyebabkan seseorang kehilangan banyak cairan. Penyebab muntah pada anak dan penanganannya harus benar-benar Anda ketahui, sebelum kondisinya benar-benar parah. Kondisi seperti ini bisa semakin parah dan berbahaya, jika terjadi pada cuaca panas atau kondisi tubuhnya sedang dalam keadaan demam.

Diare
Kondisi seperti ini biasanya terjadi pada anak Anda dan muncul gejala awal dengan adanya mual dan muntah yang disertai dengan keluarnya kotoran yang berair dan terjadi lebih sering dari biasanya. Jika kondisinya parah, maka kotoran yang keluar akan disertai dengan bercak darah atau lendir.

Muntah-muntah pada bayi
Mungkin hampir rata-rata semua bayi akan mengalami mual dan muntah saat disusui oleh ibunya. Tetapi, jika muntah bayi ternyata lebih banyak dan cukup sering, maka Anda harus benar-benar segera melakukan tindakan medis.

Tips penanganan muntah dan diare untuk bayi di bawah 6 bulan

  • Lakukan penanganan sesuai anjuran dokter
  • Tidak berhenti menyusui bayi (sedikit-sedikit, tetapi sering)
  • Apabila susu formula yang diberikan, maka saat anak muntah dan diare harus diberhentikan sementara

Tips penanganan muntah dan diare untuk bayi di atas 6 bulan

  • Tetap lanjutkan menyusui bayi
  • Apabila Anda memberikan susu formula, maka selama 12-24 jam diberhentikan. Untuk menggantinya, berikan saja cairan bening. Saat kembali bayi muntah dan tetap diare, setelah 24 jam, mulailah kembali berikan susu furmulanya.
  • Jika bayi Anda mulai pulih, pelan-pelan berikan ia makanan padat namun teksturnya yang lembek, seperti nasi, pasta, kentang rebus, dan roti.
  • Tidak memberikan obat-obatan kimia tanpa resep dokter
  • Anda bisa berikan cairan atau larutan elektrolit yang bisa dibeli di apotik. Tujuannya adalah untuk mengembalikan cairan tubuh pada bayi yang hilang.
  • Yang terpenting, konsultasikan segala sesuatunya kepada dokter agar mendapatkan penanganan yang lebih tepat.

Saat anak mengalami kondisi seperti itu, maka diusahakan untuk mengembalikan usus dan pencernaan anak sehat seperti sediakala.

0 komentar:

Posting Komentar